BANDARLAMPUNG – Menyikapi lonjakan harga minyak goreng yang memicu inflasi bulanan sebesar 0,53 persen, pada April 2026 kemarin, Pemprov Lampung menyalurkan ratusan ribu liter Minyakita.
Penyaluran melalui pola Kerjasama strategis dengan Perum Bulog. Penyaluran secara serentak ke 15 kabupaten dan kota di seluruh wilayah Lampung, guna menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasaran.
Intervensi pasar ini dinilai krusial untuk menjaga daya beli masyarakat. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, M. Zimmi Skil, memastikan bahwa harga jual Minyakita dalam operasi pasar ini dipatok Rp15.500 per liter, jauh di bawah harga pasar saat ini.
Untuk menjamin keadilan distribusi dan mencegah praktik spekulasi atau penimbunan, pembelian dibatasi maksimal dua liter per warga.
“Pembatasan kuota wajib diberlakukan supaya semua masyarakat yang antre kebagian jatah dan tidak ada pihak yang menimbun barang,” ujar M. Zimmi Skil, Senin 11 Mei 2026. (*)





