BANDARLAMPUNG – Untuk deteksi dini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Wagub Lampung Jihan Nurlela minta agar segera mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla.
Tujuannya, untuk mendeteksi titik api diberbagai wilayah di Provinsi Lampung saat kemarau ekstrem berlangsung.
“Selain sektor pertanian ada tantangan lain yang perlu kita waspadai bersama, yakni adanya risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat terjadi di beberapa daerah berpotensi,” ujar Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela di Bandarlampung, Sabtu 11 April 2026.
Dikatakan, sejumlah daerah yang berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan saat fenomena Godzilla El Nino atau kemarau ekstrem berlangsung, serta memerlukan langkah mitigasi adalah Kabupaten Mesuji, Lampung Timur tepatnya di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Tengah, dan Lampung Selatan.
“Jika kemarau panjang dengan panas ekstrem terjadi di daerah-daerah ini potensi kebakaran hutan dan lahan dapat terjadi. Oleh karena itu perlu meningkatkan pemantauan titik api lebih rutin. Sekaligus harus cepat dilakukan penanganan di daerah-daerah rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
“Tantangan kebakaran hutan dan lahan serta lingkungan di periode Mei-Oktober ini nyata, dan langkah mitigasi harus segera dibuat dengan mengaktifkan Satgas Karhutla. Tugas mereka adalah untuk memantau secara terus menerus titik api yang dapat timbul, dan ini harus dilakukan secara terintegrasi untuk memastikan kondisi terkendali,” ucapnya. (*)







