BANDARLAMPUNG – Sejumlah strategi dilakukan Pemprov Lampung untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) maupun bencana ke keringanan.
Salah satunya, menggunkan satelit dan water bombing. Dua perangkat canggih ini diterjunkan ke sejumlah Lokasi.
Bahkan, dalam upaya mengatasi kekeringan, alat ini dikershkan ke sejumlah kabupaten.
Menyikapi ini, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, strategi yang dilaksanakan tersebut merupakan penggabungan antara pemantauan titik panas (hotspot), operasi modifikasi cuaca (OMC), dan pemadaman dari udara.
Diketahui bahwa, Pemprov Lampung mengetahui ada titik-titik panas di wilayah strategis melalui pamtauan satelit.
Tim salngsung melihat kondisi cuaca melalui pantauan satelit tersebut. “Ketika ada titik api yang harus segera ditangani, kita langsung kerahkan pemadaman dari udara,” kata Gubernur, Kamis 27 Agustus 2026. (*)






