Minibus Terjun di Jembatan Gantung Tanggamus, DPRD Lampung Minta Evaluasi Infrastruktur

oleh -232 Dilihat
oleh

Bandar Lampung – Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Yusnadi, menanggapi kecelakaan minibus yang terjun ke sungai di jembatan gantung Pekon Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Senin (9/2/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Dalam insiden itu, 18 penumpang berada di dalam kendaraan. Dua orang dilaporkan dalam kondisi kritis, namun tidak ada korban jiwa.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan badan minibus berada di sungai, sementara jembatan gantung tampak miring.

Warga setempat bergotong royong mengevakuasi penumpang dan sopir dari dalam kendaraan.

Yusnadi menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut.

Ia menilai peristiwa ini harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk segera mengevaluasi kondisi jembatan penghubung masyarakat yang sebagian besar telah berusia tua dan tak lagi layak digunakan.

“Ini perlu menjadi perhatian khusus. Banyak jembatan dengan konstruksi lama di Lampung yang kondisinya serupa. Jangan menunggu ada korban atau kejadian viral baru dilakukan perbaikan,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).

Menurut dia, jembatan merupakan akses vital masyarakat sehingga harus masuk dalam skala prioritas pembangunan dan perbaikan infrastruktur.

Yusnadi mengungkapkan, dalam sejumlah rapat bersama instansi teknis dan kementerian terkait, telah dibahas solusi perbaikan jembatan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.

Ia mencontohkan perbaikan jembatan di Kali Pasir dan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, yang sebelumnya sempat viral dan kini menunjukkan progres.

Pemerintah juga menyiapkan pembangunan jembatan gantung sementara agar aktivitas masyarakat tetap berjalan sembari menunggu pembangunan jembatan permanen.

“Model seperti itu juga perlu diterapkan di Tanggamus dan Lampung Tengah, khususnya pada jembatan gantung yang sudah tidak layak pakai. Minimal dibuatkan jembatan gantung sementara agar mobilitas antar desa tidak terputus,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah daerah harus lebih proaktif melakukan monitoring, evaluasi, serta pemeriksaan rutin terhadap jembatan di Lampung.

“Nyawa adalah yang utama. Pembangunan jalan dan jembatan di Lampung harus menjadikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas,” ujar Yusnadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.