Lampung, Deflasi Juli 0,49

oleh -818 Dilihat

 

BANDARLAMPUNG – Provinsi Lampung, memasuki Bulan Juli 2026, mengalami deflasi 0,49 persen (month to month atau mtm). Data ini merujuk laporan Badan Pusat Statistik (BPS).

Deflasi periode terlapor, pemicunya penurunan harga pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto mengatakan, berdasarkan komoditasnya, penyumbang utama deflasi bersumber dari komoditas bawang merah dan cabai merah dengan andil masing-masing sebesar -0,23 persen (mtm) dan -0,13 persen (mtm).

Terkoreksinya harga kedua komoditas hortikultura tersebut sejalan dengan terjaganya ketersediaan pasokan di tengah berlangsungnya periode panen pada sentra produksi lokal maupun luar daerah, khususnya Brebes dan Kulon Progo.

Deflasi turut disumbang oleh penurunan harga daging ayam ras dan telur ayam ras dengan andil masing-masing sebesar -0,07 persen (mtm).

“Selain itu, komoditas tomat turut mencatatkan andil deflasi sebesar -0,05 persen (mtm), didukung oleh pasokan yang memadai dari hasil panen di sentra produksi Lampung Barat,” ujar Bimo, Senin 3 Agustus 2026. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.