BANDARLAMPUNG – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengingatkan pemetaan tata niaga komoditas lokal dapat mendorong kinerja pertumbuhan ekonomi daerah.
Karenanya, Gubernur mengingatkan, pemetaan menjadi bagian penting dari evaluasi terhadap permasalahan serta kendala yang mengakibatkan perekonomian daerah tidak maksimal pada 2025.
“Kami telah melakukan pemetaan terutama dari tata niaga komoditas seperti gabah, singkong, jagung, cabai. Lalu hasil pemetaan ini akan ditindaklanjuti untuk mendorong pengelolaan serta hilirisasi agar menjadi nilai tambah bagi desa,” kata Gubernur, Kamis 12 Februari 2026.
Menurut dia, pemetaan tata niaga komoditas unggulan bertujuan untuk menjaga keseimbangan harga, agar tingkat inflasi daerah tetap stabil pada kisaran 1-2 persen.
Dia mencontohkan, komoditas cabai. “Kita harus menjaga agar tidak terlalu banyak masuk, tapi juga tidak boleh langka di masyarakat, agar petani bisa terus menanam cabai,” ungkapnya. (*)







