BANDARLAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pemanfaatan ‘bed dryer’ (mein pengering) dapat mendukung pengembangan sektor usaha agroindustri desa di daerah itu.
“Penggunaan ‘bed dryer’ menjadi salah satu solusi atas persoalan yang selama ini dihadapi petani dalam pengeringan gabah. Dengan alat tersebut, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada panas matahari yang prosesnya dapat berlangsung lebih lama, terutama ketika masa panen bertepatan dengan musim hujan,” ujar Gubernur, Sabtu 15 Agustus 2026.
Ia melanjutkan keberadaan “bed dryer” tidak hanya dipandang sebagai bantuan peralatan, tetapi harus menjadi bagian dari perubahan pola pengelolaan hasil pertanian di desa.
Setelah dikeringkan, gabah dapat dilanjutkan ke tahap penggilingan, serta pengolahan produk turunan sehingga nilai ekonomi komoditas dapat lebih banyak dinikmati masyarakat desa.
“Selain menjaga kualitas dan daya simpan, pengeringan gabah di desa juga dapat meningkatkan efisiensi distribusi. Gabah yang masih basah memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga sebagian beban angkutan yang selama ini dibawa keluar desa sebenarnya merupakan air,” katanya.
Dia mengatakan melalui alat tersebut selain mendorong hilirisasi, juga mendukung pengembangan agroindustri desa. Dan hal tersebut perlu diikuti dengan upaya menekan biaya produksi. (Ant)






