BRILink Agen di Bakauheni Dari Modal Terbatas hingga Jadi Andalan Transaksi Warga

oleh -11 Dilihat
oleh

Lampung Selatan-Di tengah meningkatnya kebutuhan transaksi keuangan masyarakat, kehadiran BRILink Agen menjadi solusi yang semakin dibutuhkan, terutama di daerah yang jauh dari kantor bank. Bagi Na’am Muslim, pemilik BRILink Agen di Bakauheni, usaha ini bukan sekadar sumber penghasilan, tetapi juga cara untuk membantu masyarakat mendapatkan layanan keuangan dengan lebih mudah.

Perjalanan Na’am Muslim menjadi BRILink Agen berawal dari pengamatan sederhana. Ia melihat salah satu anggota keluarganya lebih dulu menjalankan usaha sebagai agen PPOB di kampung dan mampu memperoleh penghasilan yang cukup menjanjikan setiap bulan. Dari situlah muncul ketertarikan untuk mencoba peluang serupa. “Awalnya saya melihat keluarga yang menjadi agen PPOB di kampung. Dari situ terlihat bahwa pendapatannya cukup menjanjikan. Akhirnya saya mencoba datang ke unit bank terdekat untuk mendaftar menjadi agen,” ujarnya.

Proses untuk menjadi agen tidak berjalan instan. Ia harus melalui berbagai tahapan hingga akhirnya mendapatkan mesin EDC dan resmi menjadi BRILink Agen. Tantangan terbesar yang dihadapi di awal usaha adalah keterbatasan modal. Menurutnya, besarnya modal sangat memengaruhi jumlah transaksi yang bisa dilayani. “Semakin besar modal yang kita miliki, semakin banyak nasabah yang bisa kita layani. Itu tantangan terbesar saat merintis usaha ini,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, usaha yang dirintis tersebut mulai menunjukkan hasil. Na’am mengaku keberadaan BRILink Agen membawa perubahan positif bagi kondisi ekonomi keluarganya. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi nasabah membantu memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga.”Alhamdulillah, dari usaha ini kami mendapatkan keuntungan yang cukup besar sehingga kebutuhan keluarga bisa tercukupi,” katanya.

Aktivitas transaksi di agen miliknya juga mengalami lonjakan signifikan saat bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran. Pada periode ini, layanan transfer dan tarik tunai menjadi transaksi yang paling banyak digunakan masyarakat.

Biasanya, aktivitas mulai ramai pada pagi hari sekitar pukul 07.00 hingga 10.00, kemudian kembali meningkat pada sore hingga malam hari, sekitar pukul 16.00 sampai 20.00 “Biasanya yang paling banyak itu transfer dan tarik tunai, ujarnya.

Bagi Na’am, pengalaman paling berkesan dalam menjalankan usaha ini adalah ketika nasabah merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Ia berusaha menerapkan semangat pelayanan yang menjadi nilai utama Bank BRI, yaitu melayani dengan setulus hati.”Ketika kita melayani nasabah dengan baik, lalu mereka merasa puas dan nyaman, itu yang menjadi kesan terbaik bagi kami,” katanya.

Menurutnya, salah satu faktor yang membuat usaha BRILink Agen terus berkembang adalah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transaksi perbankan, terutama di daerah. BRI sendiri sudah sangat dikenal dan dipercaya oleh masyarakat hingga ke pelosok. “Di berbagai daerah, masyarakat sudah terbiasa menggunakan layanan transaksi BRI. Jadi kebutuhan terhadap layanan ini memang sangat besar,” jelasnya.

Rasa bangga juga dirasakan Na’am setiap kali melihat masyarakat terbantu dengan layanan yang ia sediakan. Baginya, keberadaan BRILink Agen bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. “Kami merasa senang dan bangga bisa membantu masyarakat melakukan transaksi yang mereka butuhkan,” ungkapnya.

Ke depan, Na’am berharap usaha yang dijalankannya dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bakauheni. “Kami berharap usaha ini bisa terus berjalan dengan baik dan semua kebutuhan transaksi masyarakat di Bakauheni selalu bisa kami layani,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.